Mengenang Tragedi 1998 di Palembang
Tragedi menegangkan pada 1998 di Palembang adalah kejadian di Pertokoan Tengkuruk Permai, saya masih ingat waktu itu saya berjalan menyeberangi jembatan Ampera saat usai magrib tempat ini terbakar dengan api sepanjang toko ini, sepanjang perjalanan saya dari seberang ilir ke seberang ulu amat menegangkan dan ketika saya sampai di pertokoan Ampera (sekarang Univ.Kader Bangsa) tengah dilempari masayarakat.Dari Koleksi Kawangkoan
Poto Palembang yang Diperjualbelikan
Perkampungan Arab Assegaf
Balai Prajurit
Dulu ditempat ini dipakai sebagai markas tentara Belanda, dan pada tahun 70 sampai 80-an menjadi Bioskop Mustika, dan sekarang menjadi Balai Prajurit, gedung ini terletak antara Menara Air/Kantor Walikota dengan Balai Pertemuan, foto paling bawah tentara gambar tentara Belanda di atas Benteng dengan berlatar belakang Gedung Balai Prajurit sekaarang.Menara Air

Dulu pada zaman Belanda disebut Water Leideng (Menara Air), sekarang menjadi tempat berkantornya Walikota Palembang, di bagian belakang ada Kantor DPRD dan halaman upacara, gedung ini sampai sekarang tetap megah dan menjadi salah satu icon kota Palembang. Sayangnya tempat ini tidak menjadi objek wisata padahal peluang untuk itu ada, misalnya membenahi tempat-tempat sekeliling gedung ini. Sayang sekali sungai sekanak tidak dimanfaatkan sebagai bagian dari keindahan lokasi ini.






































Tidak ada komentar:
Posting Komentar