Tampilkan postingan dengan label yup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yup. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 19, 2009

Jin, Setan dan Iblis

Dalam kitab Ahkamul Qur'an karangan Qurthubi dijelaskan sbb :
Para ulama berbeda pendapat mengenai asal-usul Jin. Hasan al-Basri
mengatakan bahwa Jin keturan Iblis, seperti manusia keturunan Adam. Dari dua
kelompok ini ada yang beriamn dan ada yang kafir, keduanya juga berhak
mendapatkan pahala dan siksaan dari Allah. Mereka yang beriman dari keduanya
adalah kekasih Allah dan mereka yang kafir adalah Setan.

Ibnu Abbas berpendapat : Jin adalah keeturunan Jann, mereka bukan setan,
mereka bisa mati dan mereka ada yang beriman dan ada yang kafir. Sedangkan
setan adalah anak Iblis mereka tidak akan mati kecuali bersama-sama Iblis.

Dalam tafisr surat An-Nas, Qatadah berkata : Sesungguhnya dari jin dan
manusia terdapat setan-setan. Ini mirip dengan pendapat Hasan Basri di atas.
Dalam surah a-An'am (112) dikatakan ""Dan demikian lah Aku jadikan untuk
setiap nabi musuh dari setan-setan manusia dan jin".

Dalam buku "Hayatul Hayawan al-Kubra" karangan Dumairi : semua jin adalah
keturunan Iblis. Namun dikatakan juga bahwa Jin merupakan satu rumpun,
sedangkan Iblis adalah satu dari mereka. Jin juga mempunyai keturunan
seperti dijelaskan dalam al-Qur'an surah al-Kahf (55) "Apakah kalian akau
menjadikan mereka (jin) dan keturunanya sebagai kekasih selain Aku (Allah)
padahal mereka adalah musuh kalian". Mereka yang kafir dari kaum jin disebut
setan.

Dalam kitab "Akaamu-l-Marjan fi Ahkamil Jan" karangan Syibli (hal. 6)
disebutkan bahwa jin mencakup malaikat dan mahluk lainnya yang kasat mata.
Sedangkan setan adalah jin yang durhaka dan kafir, mereka adalah anak-anak
Iblis.

Jauhari berkata :Semua yang durhaka dan membangkang dari manusia, jin dan
hewan disebut setan. Orang Arab menyebut ular sebagai setan.

Yang terpenting bagi umat manusia adalah meyakini bahwa setan adalah musuh
mereka dan selalu berusaha untuk menyesatkannya dan menjauhkannya dari jalan
Allah. Kita dilarang menyembah atau menuruti kata setan. Dalam surah Yasin
(60)dikatakan "Bukankah Aku(Allah) telah membuat perjanjian kepadamu hai
bani Adam agar kalian tidak menyembah setan, mereka adalah musuh yang paling
jelas". Demkian juga dalam surah Fathir (6) "Sesungguhnya setan adalah musuh
kalian maka jadikanlah mereka musuh".. Dan banyak dalil-dalil yang
mengingatkan kita agar hati-hati terhadap tipu daya dan rayuan setan ini.

Kamis, Oktober 09, 2008

Penghambaan

Ketahuilah setiap orang yang menolak menghamba pada Allah
dalam bentuk ketaatan dan kecintaan pada-NYA,
Maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk
Mencintai dan mengabdinya……

Selasa, Mei 20, 2008

KITA MEMERLUKAN GONTOR ATAU GONTOR MEMERLUKAN KITA

Jika kita merasa bahawa kita memerlukan Gontor maka sebelum datang Gontor haruslah kita memasang niat yang betul bahawa kita akan mengikuti apa yang dikehendaki oleh Gontor.
Jika kita merasa bahawa Gontor memerlukan kita maka tidak salah kalau kita meminta Gontor mengikuti apa yang kita mahukan.
Menurut sejarah berdirinya sebuah Pondok Pesantren, adalah nun jauh di sebuah desa wujudlah seorang alim yang banyak ilmunya biasa dikenali dengan nama Kyai. Kemudian berdatanganlah para calon santri / pelajar yang ingin meneguk ilmu dari beliau. Maka dengan rela hati para calon pelajar tersebut membuat sendiri pondok-pondok (rumah-rumah kecil) untuk sekedar menjadi tempat tinggal untuk berehat selepas lelah belajar. Hari demi hari, lama kelamaan banyaklah berdiri pondok-pondok tersebut. Jika seorang pelajar telah selesai tamat belajar, maka pondok-pondok tersebut diwariskan kepada pelajar baru yang lain.
Tradisi ini terus dikembangkan sehinggalah masa sekarang ini, pondok-pondok tersebut telah dibangun secara permanen untuk memudahkan pengawasan dan meringankan para pelajar yang baru akan datang ke pondok pesantren tersebut.

Maka melihat sejarah berdirinya pondok pesantren, bukanlah Kyai itu yang mengundang para pelajar / santri namun para santrilah yang datang sendiri karena menginginkan tetesan ilmu dari Bapak Kyai.

Bagi calon pelajar Gontor yang ingin belajar di Gontor hendaknya senantiasa mengingati sejarah ini agar dengan rela hati dapat mengikuti segala peraturan dan disipin yang telah ditetapkan oleh pendiri Pondok dan generasi penerusnya.
Selamat belajar dengan ikhlas.

MA TUR NU WON telah mengunjungi blog saya, selamat bersilaturahmi di dunia maya yaaa...